Bandingkan saja, dulu syiar dakwah cukup dilakukan melalui mimbar di Mesjid yang satu kemesjid yang lain. Namun sekarang kita telah memiliki banyak sarana syiar dakwah seperti televisi, radio, majalah, dan sebagainya. Contoh lainnya, jika dulu cukup bermodalkan suara saja maka kini fasilitas pendukung seperti wireless, infokus, laptop dsb sudah menjadi peralatan penting yang selalu dicari saat akan mengangkatkan acara. Semakin muda sasaran dakwah kita maka harus semakin inovatif penyajian syiar dakwah ini. Semakin luas daerah yang ingin di dakwahi maka semakin banyak pula fasilitas dan personil yang dibutuhkan.
Untuk itu, FKI Rabbani berinisiatif untuk mendirikan sebuah Badan Usaha Milik Rabbani (BUMR), disini kita akan melibatkan seluruh kader fakultas terutama dana usaha (danus) ditiap FSI. BUMR ini akan didirikan dalam bentuk Koperasi Syariah Rabbani (Kopsyar rabbani) yang dilaksanakan dengan konsep koperasi serba usaha. Kopsyar merupakan salah satu sarana untuk mewujudkan impian kita untuk kemandirian pendanaan dakwah kampus di UNAND. Tidak hanya itu, Kopsyar Rabbani juga mampu membuka lowongan kerja bagi kader. Luar biasa!
Kebutuhan utama yang harus ada pada saat ini adalah adanya kerjasama dan keharmonisan gerak langkah dari danus seluruh fakultas dalam pelaksanaan kopsyar serta kepedulian dari seluruh alumni untuk menyokong pendanaan awal dan perkembangannya kedepan.
Untuk info lebih lanjut tentang rincian perencanaan Kopsyar ini dapat menghubungi langsung email Rabbani / face book RMC.

Kesebelasan indonesia kalah bukan karena tidak berkualitas. Kita mupuni dalam teknik dan skill kok. Kita bukanya tidak mampu mengalahkan lawan. Bener. Bukan Cuma lawan dspakbola…lawan (penjajah) aja kita kalahkan. Kita bangsa yang sopan dan punya kekuatan. Kita bangsa ramah dan memiliki semangat yang kuat. Kit bangsa yang kompak dan bernyali. Odal tersedia, perlengkapan ada. Apa yang kurang?
Tapi karena kita adalah bangsa yang penh kasih sayang. Maka ketika timnas kita bertemu dengan timna Vietnam, rasa kasih sayang itu muncul. Kita tahu Vietnam sudah begitu menderita. Perang Vietnam melawan Amerika sudahcukup membat rakyat Vietnam begitu sengsara. Rakyat Vietnam yang sudah begtu menderita dansegsara, tentu kita tak tega menambah daftar kesengsaraan mereka dengan kekalahan timnas mereka. Maka timnaskita sjatinya adalah mengalah. Yah..karena kita penuh kasih sayang.
Melawan Brunei…sampai hatikah kita memasukkan bola ke gawang negara yang luas wilayahnya hanya seluas kabpaten? Kita hanya ingin membahagiakan orang-orang yang mendiami secuil wilayah dengan memberkan kemenangan pada timnas mereka. Agar mereka tak larut dalam kesedihan sempitnya wilayah mereka.
Melawan Malaysia, kita adalah bangsa yang mulia akhlaknya. Tak ada dendam di hati kita. Maka kita tak berambisi mengalahkan mereka meski kita kalah dalam peebutan pulau dan wilayah perairan. Kita membuktikan bahwa kta tak punya rasa dendam itu dengan rela-nya kita kalah d lapangan hijau.
Kita adalah bangsa yang tahu berterimakasih. Maka melawan timnas Australia, sebagai wujud terima kasih kita atas bantuan mereka ada jajak pendapat Timor Timur, ita wujudkan terima kasih kita dengan bingkisan kemenangan untuk timas mereka.
Sekali lagi, bukan karena Timnas Indonesia tak mampu untuk mengalahkan lawan.
